Senin, 09 Mei 2011

Komoditi Keramik tetap Bertahan di Pasar Ekspor


Denpasar (Bisnis Bali) - Produk keramik bisa jadi salah satu komoditi kerajinan, yang tetap bertahan di pasar ekspor. Realisasi ekspor produk keramik pun terus menunjukan geliatnya dari waktu ke waktu. Kondisi ini dibenarkan oleh sejumlah pebisnis yang memperjual-belikan produk keramik di pasar lokal dan luar negeri.

Berdasarkan data realisasi ekspor yang dikumpulkan Disperindag Bali, tercatat komoditi ekspor produk keramik Bali meningkat pada 2011. Data terakhir bulan Januari 2011 menunjukkan, volume ekspor kerajinan keramik Bali ke sejumlah negara tujuan ekspor seperti Eropa, Asia, dan Timur Tengah sebesar 28.316.00, dengan nilai 115,281.55 dolar AS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, persentase volume dan nilai ekspor tahun ini jauh meningkat masing-masing 4.93 persen dan 109.21 persen.

Sejumlah pengusaha keramik yang ditemui Bisnis Bali di Denpasar, mengakui, kalau ekspor produk keramik cukup menggeliat. Produk yang digemari masih seputar produk berciri khas Indonesia dan merupakan hasil kebudayaan tanah air, antara lain keramik khas Serang, keramik Bandung, dan Keramik khas Lombok.

Gede Wardika, salah satu pengusaha dan eksportir gerabah Serang di Jalur By Pass Ngurah Rai menuturkan, produknya rutin dikapalkan ke sejumlah langganan bisnis di beberapa negara seperti Austria dan Belgia. ‘'Permintaan dari langganan bisnis di luar negeri masih mengalir, sebagian besar dari negara-negara Eropa,” ujarnya, Selasa (22/3) kemarin.

Wardika mengaku, keramik yang diminati masih seputar produk asli buatan lokal. Produk yang memiliki ciri khas seperti gerabah Serang cukup digemari, terutama yang berukuran kecil yang bisa difungsikan sebagai pot tanaman hias.

Dalam sebulan, rata-rata dirinya mampu mengirim hingga puluhan pcs produk keramik. Tak hanya yang berbentuk gerabah, tapi juga berbentuk patung, piring, dan guci.

Lancarnya pengiriman produk keramik ke pasar ekspor juga dibenarkan Suprapta, penyedia aneka keramik khas Bandung di jalur serupa. Meski masih mengandalkan bantuan eksportir untuk mengapalkan produknya, tetap saja geliat di pasar ekspor masih ia rasakan. ‘'Permintaan cukup mengalir walaupun jumlahnya selalu fluktuatif, namun kuantitasnya cukup tinggi. Dalam sebulan bisa hingga 3 kali pengiriman,” kata dia.

Produk keramiknya dikapalkan ke sejumlah negara di Eropa. Berdasarkan data realisasi ekspor per negara tujuan, tercatat Uni Eropa merupakan daerah tujuan ekspor tertinggi untuk komoditi ekspor Bali. Di bulan Januari 2011 saja, total nilai ekspor ke sejumlah negara tersebut 13.458.874,97 dolar AS, termasuk produk kerajinan. *ade

Sumber : http://www.bisnisbali.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar